Thursday, April 9, 2015

Facebook Marketing

Nah, lebih khusus lagi, kita akan mempelajari FACEBOOK sebagai media untuk promosi produk. Facebook, bisa digunakan untuk promosi produk, pengumpul fans, perusahaan, dan lain sebagainya

Dalam menggunakan facebook untuk promosi produk, buatlah FANPAGE. Jangan memakai akun pribadi untuk promosi produk. FYI, facebook pribadi hanya terbatas 5.000 FRIEND, jadi kalau kamu pakai akun pribadi, maka marketmu TERBATAS hanya 5.000 orang saja. Meskipun sekarang sudah ada fitur follow dan unfollow, tapi saya tetap menyarankan kamu membuat fanpage. Dengan menggunakan fanpage, maka jumlah LIKER mu tak terbatas.

Facebook, sekarang ada yang namanya EDGE RANK. Edge rank adalah sebuah cara yang dipakai facebook untuk 'memaksa' kita agar kita pakai facebook ads.

Setiap kali saya ngepost status, paling tinggi 5% dari total LIKER yang bisa melihat statusmu tersebut. Sengaja dibatas oleh facebook dengan alghoritmanya agar kita memakai facebook ads kalau ingin 100% yang view status kita.

Nah, gimana caranya agar bisa mencapai 5% viewer dari setiap status kita?
1. Sering-seringlah UPDATE
2. Buat status yang menimbulkan efek VIRAL
3. Balas comment setiap orang yang comment di statusmu

Nah saran saya jika menggunakan facebook, untuk produk tertentu gunakan facebook ads untuk mendongkrak omzetmu. Jangan PELIT mengeluarkan budget marketing. Kalau kamu pelit, omzetnya juga pelit, hehe

Melalui facebook ads, marketmu bisa lebih tertarget.
Facebook bisa menargetkan umur, jenis kelamin, lokasi, bahkan sampai interest juga bisa.

Sesuaikan marketmu dengan produk yang dituju.

Tapi tidak semua produk bisa bagus menggunakan facebook ads. Contoh, salah satu bisnis saya adalah pembersih kaca gedung. Jika saya menggunakan facebook ads, rasa-rasanya kurang pas. Tidak cocok untuk di facebook, oleh karena itu saya tidak menggunakan facebook ads untuk meraih pasar.

Akan tetapi saya mengggunakan facebook untuk mendongkrak omzet agar keindex di goole. Contoh, silahkan ketik pembersih kaca gedung di jakarta. Disitu ada facebook saya.

Materi hari ini done, saya kembalikan ke Momin 5 sebagai moderator

🚨 Tanya Jawab 🚨

1. pembayaran fbads bs pake kartu debit ga ??
Jawab : Pakai kartu kredit bisa Pak

2. Tak pak, kenapa bisnis jasa pembersih gedung tidak optimal menggunakan facebook Ads

Adakah trik mengenalin bisnis apa yg cocok utk di terapkan di facebook ads?
Jawab : kaca gedung nomer 1 itu website saya Pak, memang untuk pakai facebook tidak akan optimal, karena facebook isinya bermacam2, tidak seperti sky service yang isinya hanya mengenai pembersih kaca gedung

3. Maaf aq mmg sgt cetek dgn ilmu internet. Facebook Ads tu gmn cara mengaplikasiny pak didik?
Jawab : Teknisnya harus praktik buka laptop

4. Maaf sy newbie..
Gmna cara bikin fanpage yach??
Jawab : Buka google.co.id ketik 'Cara membuat fanpage'

4. Trus.. Apa yg dpt kita lakukan dg fanpage??
Jawab : Dapat meledakkan omzet Anda kalau pengaplikasiannya bener, hehe

5. Tanya dong mas, setau ane ada fb ads yang tanpa bayar
Itu gimana yak caranya?

#saya pernah belajar bikin, tapi gatot
Jawab : Saya belum pernah dengar,

👆Hassa-Bdg
Bagaimana sistem di fb ads?

Kita bayar per org yg like FP, atau bayar per org yg lihat iklan?

Bisakah digiring utk closing web?
Jawab : page per view, bisa asal konten adsnya menarik

Ok.. 8. Sy pernah ditawarin tools utk menyasar viewer fb ads lebih detail.
Mas Didik pake jg tools semacam itu?
Seberapa efektifkah? Atau hanya main di konten ads? <<< saya belum pernah pakai tools seperti itu, boleh di coba aja Mas, nanti hasilnya seperti apa bisa dibagi2 disini. Kalau saya fokus di konten ads

☝mau tanya mas... Bgmn kriteria nya menentukan media promosi yg sesuai bisnis qt ? >>> tentukan dulu marketnya, lalu pintar2 melihat market kita berada di kerumunan mana. Contoh, kaca gedung tidak mungkin melalui ads fb, saya pakai ads google

10. ☝bgaimana mengaplikasikan fanpage agr meledakkan omset?? 😊 >>> pilih bisnisnya, tentukan marketnya, pasang iklan di fb ads

Keluarlah dari “Tempurung”

by Jamil Azzaini

Dulu, saya pernah merasa hebat, sebab sejak SD hingga SMA selalu ranking pertama. Bahkan ketika SMP selisihnya dengan rangking yang kedua begitu jauh. Padahal, di pagi hari sebelum berangkat sekolah saya masih sempat menjadi buruh di perkebunan karet. Perasaan hebat itu luntur saat saya kuliah di IPB. Nilai pertama ujian matematika saya hanya 29, padahal yang tertinggi 92. Ternyata masih banyak orang yang jauh lebih hebat dibandingkan saya.

Tiga hari awal bulan ini, 3-5 April 2015, saya ikut Pesta Wirausaha komunitas Tangan Di Atas di TMII. Saya dan beberapa sahabat geleng-geleng kepala melihat kreativitas anak-anak muda. Bisnisnya kreatif, hasilnya melejit. Ada pebisnis muda yang keuntungannya ratusan juta setiap hari. Kami yang tua sadar diri. Banyak hal yang harus di up grade apabila ingin terus bertahan dan berkembang di bisnis yang kami tekuni.

Ketika Anda mulai merasa hebat segeralah keluar dari “tempurung” lakukan studi banding atau bertemu dengan banyak orang hebat lainnya. Bisa juga Anda berguru dengan orang yang memang ahli di bidangnya. Ingatlah, punya keinginan untuk menjadi hebat itu penting tetapi terlalu sering merasa hebat itu bisa menghambat perkembangan hidup Anda.

Guru kehidupan saya pernah berkata, “Jamil, salah satu yang sangat cepat menghancurkan hidupmu adalah saat kau merasa puas dan bangga dengan dirimu serta merasa paling hebat di bidangmu. Bila itu menimpamu, segeralah cari guru baru dan segeralah bersahabat dengan orang-orang hebat di sekitarmu.”

Berguru, bersahabat dan studi banding adalah aktivitas yang tidak boleh ditinggalkan oleh orang-orang yang ingin naik kelas.

Bagi Anda yang sering terpilih menjadi karyawan terbaik, segeralah belajar dari orang hebat lain dari perusahaan lain. Segera ikuti berbagai pelatihan baik yang difasilitasi perusahaan maupun harus membayar sendiri. Baca buku-buku terbaru yang Anda senangi. Jangan terlalu bangga dan terbuai dengan keberhasilan sebelumnya. Hidup bukan untuk masa lalu, hidup itu untuk hari ini, hari esok dan hari kemudian.

Keluarlah dari “tempurung” wahai saudaraku…

Mau?
Ajak saudaramu juga keluar dari “tempurungnya” sekarang juga, jangan ditunda-tunda..!!

#YuukTerusBelajar